Penanganan Bayi Baru
Lahir
Penyebab utama kematian yang terjadi pada bayi pasca persalinan yaitu
neonatal sepsis, infeksi saluran respirasi, neonatal tetanus dan infeksi pada
tunggul tali pusat, kelainan bawaan, trauma persalinan atau asfiksia
(sarwono:2009). Sedangkan pada bayi prematuritas atau bayi dengan berat badan
yang rendah cenderung rentan terhadap udara dingin dan lebih sering terkena
infeksi.oleh sebab itu, mengingat begitu banyak hal-hal yang dapat mengganggu
kesehatan bayi, perlu dilakukan penanganan yang tepat kepada bayi baru lahir.
A. Pengaturan
suhu bayi
Perbedaab suhu lingkungan ketika di dalam kandungan yang lebih hangat
dibandingkan denagn suhu ketika berada diluar bayi dilahirkan dapat menjadi
penyebab terjadinya hipotermi(kedinginan). Bayi dapat kehilangan panas dengan 4
cara yaitu
n
Konduksi
yaitu bayi kehilangan panas akibat benda-benda padat disekelilingnya yang
kontak dengan kulit bayi.
n
Konveksi
yaitu kehilanagn panas akibat udara dingin.
n
Evaporasi
yaitu kehilanan panas akibat penguapan air dari kulit bayi.
n
Radiasi yaitu
bayi terkena pancaran suhudari be nda-benda disekelilingnya yang memiliki suhu
lebih dingin.
B. Resusitasi neonatus
Resusitasi neonatus adalah pemberian nafan secara spontan tehadap bayi yang
kesulitan bernafas ketika lahir. Resusitasi neonatus tidak perlu dilakukan
secara rutin, akan tetapi yang perlu diperhatikan adalah apakah bayi mengalami
kesulitan bernafas atau tidak. Jika bayi memeiliki kemampuan nafas spontan,
kekuatan tonus yang baik, dan ketuban yang jernih tidak perlu dilakukan
resutisasi namun diperllukan perawtan rutin.
C. Inisiasi Menyusu Dini
Inisiasi menyusu dini merupakan protokol dari WHO/UNICEF sebagai slah satu
dari Evidence for the ten steps to successful breathsfeeding. Inisiasi menyusu
dini (IMD) dilakukan segera setelah bayi baru dilahirkan dengan cara meletakkan
bayi di atas dada ibu untuk menemukan puting susu ibu. Manfaat dari IMD sendiri
adalah membantu stabilitas pernafasan, mengendalikan suhu tubuh bayi, menjaga
kolonisasi kuman aman untuk bayi, dan mencegan infeksi nosokominal(sarwono;
2009).
D. Pengikatan dan pemotongan tali pusat
Selama ini hampir diseluruh dunia pemotongan tali pusat bayi banyak
dilakukan segera setelah bayi lahir tanpa adanya penundaan. Padahal berdasarkan
penelitian, pemotongan dengan penundaan justru lebih memilik manfaat kepada
bayi. Pemotongan tali pusat dengan penundaan dapat memberikan kesempatan
terjadinya transfusi feromaternal sebanyak 20-50 % volume darah bayi.
Dengan peningkatan volume darah bayi
terjadi peningkatan hemoglobin dan hemotokrit dan status besi dapat mencegah
terjadinya anemia pada bayi terutama pada masa 2-3 bulan pertama. Sedangkan
pada bayi prematuritas memiliki manfaat yaitu mengurangi resiko pendarahan
intaraventrikuler dan mengurangi kebutuhan transfusi darah. Selain itu,
penundaan pemotongan tali pusat sampai pulsasi tali pusat berhenti
dapatbmengurangi risiko transmisi HIV pada petugas di kamar bersalin, karna
mengurangi kemungkinan terjadi percikan darah dari tali pusat (sarwono;2009).
E. Perawatan Tali Pusat
Perawatan tali pusat yang benar dapat mengurangi terjadinya infeksi .
Sebelum melakukan perawatan talipusat, petugas kesehatan, harus mencuci tangan
terlebih dahulu kemudian membersihkan dengan kapas lembut.
F. Profilaksis mata
Konjungtivitis pada bayi baru lahir sering terjadi terutama
pada bayi yang ibunya menderita PMS seperti gonore dan klamidiasis. Pemberian antibiotik
dapat mencegah terjadinya konjingtivitis.
G. pemberian vitamin K
Kematian bayi di negara berkembang masih cukup
tinggi. Salah satu penyebabnya adalah perdarahan akibat defisiensi vitamin K1
(PDVK). Dengan pemberian vitamin K1 baik secara intramuskular ataupun secara
oral dapat menurunkan PVDK.
H. Pengukuran panjang dan berat lahir
Bagi orang tua terutama yang mengidam-idamkan
kelahiran buah hati, berat dan panjang bayi memiliki arti yang penting. Sehingga
perlu dilakukan penimbangan berat dan panjang bayi. Selain itu pengukuran
tersebut juga berpengaruh terhadap penentuan gizi bayi
I. Memandikan Bayi
Hal yang penting untuk diperhatikan ketika memandikan
bayi yaitu memperhatikan suhu air dan lingkungan guna mencegah agar bayi tidak
kehilanagan panas (hipotermia)
Daftar pustaka
Prawiraharjo, sarwono.
2009. Ilmu kebidanan. Jakarta : PT
Bina Pustaka sarwono prawiraharjo.


Komentar
Posting Komentar